Minggu, 12 Maret 2017

Nasehat



Meremehkan Orang Lain
Kita tidak boleh merendahkan orang yang tidak lebih baik dari kita. Menilainya dengan sebelah mata. Siapa kita? Hanya orang yang lebih dulu mendapatkan hidayah Allah karena kemurahan Nya. Hanya karena kita lebih dulu. Padahal, orang-orang terdahulu bisa jadi tidak lebih selamat dari yang kemudian. Siapa yang tahu akhir hidup seseorang, kamu kah? Yang merasa lebih baik daripada pelacur? Merasa lebih baik daripada mereka yang tidak menutup aurat, yang pacaran, yang tidak sholat. Tidak ada yang bisa menjamin, bahkan orang alim sedunia sekalipun! Boleh jadi orang yang kita pandang  dengan sebelah mata kita, atau bahkan tidak sudi memandang dengan kedua belah mata kita, jauh lebih baik,  sangat jauh lebih baik daripada diri kita.
Jika kita merasa lebih baik, lebih alim, lebih pintar dari mereka, maka sungguh kita tidak lebih baik dari mereka. Sungguh, kita tidak akan selamat. Sebab tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji dzarrah. sedang kesombongan adalah tidak mau menerima kebenaran dan meremehkan orang lain. Benar, kita memang harus membenci perbuatan yang mengundang azab Allah. Benar, kita harus tidak setuju dengan kemaksiatan. Tetapi tidak dibarengi dengan merasa diri lebih selamat dari mereka, kan? Bersyukurlah karena Allah telah mengizinkan kita berbuat taat kepada Nya, beruntung karena Allah berkenan memberikan hidayah Nya kepada kita lebih dulu dan berdoa semoga Allah tidak membolak balikkan hati kita kepada kekufuran. Kita wajib menyampaikan nasehat kepada mereka tanpa embel-embel meremehkan. Jangan meremehkan orang lain, sedang kita bahkan tidak pernah merasa wajib menasehati mereka, membawa mereka ke jalan islam, mencicipi nikmatnya iman. Karena sungguh, syurga terlalu luas untuk diri kita seorang. Karena sebaik-baik manusia adalah oarang yang mau memperbaiki diri dan memperbaiki orang lain (anfa’uhum linnas).
Sebaik-sebaik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang kembali kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar